Polisi: Bom Bekasi Memiliki Daya Ledak Lebih dari TNT

Jakarta – Densus 88/Antiteror menggagalkan plot penyerangan istana negara dengan bom bunuh diri oleh perempuan. Setidaknya tiga orang pelaku di bekuk di Bekasi, Sabtu (10/12). “Bom rakitan berbentuk rice cooker. Mereka ngontrak baru 1 minggu di Bekasi. Saat ini masih menunggu olah TKP dari Labfor Mabes Polri. Ada perimeter 200 meter. Diperkirakan daya ledak tinggi melebihi TNT (Trinitrotoluene). Bom akan di disposal di tempat,” kata Karo Penmas Polri Kombes Rikwanto Sabtu sore. Seperti diberitakan sekitar pukul 15.40 WIB telah dilakukan penangkapan kepada 3 orang. Yaitu dua lelaki, NS dan AS, serta perempuan DYN. Mereka ditangkap setelah sebelumnya dibuntuti oleh anggota Densus 88 dari Solo ke jakarta terhadap kendaraan pribadi yang ditumpangi oleh NS. Setibanya di Jakarta kendaraan yg ditumpangi NS dan menjemput DYN di daerah Pondok Kopi yang membawa sebuah kardus Selanjutnya DYN diantar ke kantor pos sekitar daerah Bintara untuk mengirim kardus yang dibawa DYN untuk dikirim. Kemudian paket tersebut diambil dan dibuka oleh anggota densus yang isinya ditemukan barang berupa pakaian dan surat wasiat dari DYN kepada kedua orangtuanya. Adapun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan DYN untuk melakukan amaliyah dengan bom bunuh diri. Kemudian ketiga pelaku ini dari kantor pos menuju ke kos-kosan di Jl. Bintara Jaya VIII Bekasi. Di lokasi tersebut DYN turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam, masuk ke kamar 104. Lalu dua lelaki itu pergi meninggalkan rumah kos tersebut. Polisi kemudian membuntuti mobil yang mereka tumpangi. Sekitar pukul 15.40 dilakukan penangkapan terhadap NS dan AS Nur di bawah flyover Kalimalang. Sekitar pukul 15.50 dilakukan penangkapan terhadap DYN di indekos dan ditemukan bom jadi di dalam kamar 104 yang tersimpan di dalam tas ransel warna hitam. Rencananya bom tersebut akan diledakkan di istana negara pada saat serah terima jaga paspampres besok pagi. Farouk Arnaz/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu