Proyek Tol Depok-Antasari Dorong Kenaikan Harga Properti

Jakarta – Proyek jalan Tol Depok-Antasari sepanjang 22 kilometer (km) dinilai akan memberikan efek ekonomi berupa terdongkraknya harga properti di kawasan itu. “Efek hadirnya tol ini akan semakin mendongkrak nilai properti yang berada di kawasan TB Simatupang, Antasari, dan sekitarnya,” kata Vice President konsultan properti internasional Coldwell Banker Comercial, Dani Indra, di Jakarta, Rabu (23/11). Menurut Dani, penyelesaian pekerjaan proyek tol itu akan berdampak positif untuk wilayah sekitarnya karena akses menuju kawasan T.B. Simatupang, Antasari, dan sekitarnya menjadi lebih mudah. Apalagi, katanya, kawasan itu sudah hidup, tidak seperti Alam Sutera atau Serpong yang terbentuk karena pembangunan-pembangunan proyek baru. Oleh karenanya, lanjut dia, wajar bila sejumlah pengembang menilai, dengan kehadiran pembangunan gedung perkantoran di kawasan Simatupang yang terus mengalami peningkatan, mendorong mereka untuk membangun kawasan hunian vertikal. Kawasan ini, kata Dani, memiliki potensi gemilang menjadi pusat distrik bisnis (Central Bisnis Distrik) baru di Selatan Jakarta. Sementara itu, PT Citra Waspphutowa menargetkan konstruksi proyek jalan tol Depok-Antasari sepanjang 3,61 untuk langkah awal seksi I akan tuntas sekitar Mei tahun depan dan beroperasi untuk uji coba selama tiga bulan. Sedangkan Antasari Interchange yang merupakan akses ke Jalan Tol Depok-Antasari ditargetkan akan dapat digunakan sepenuhnya pada 2019. Tri Agus, Direktur Utama PT Citra Waspphutowa selaku kontraktor yang ditunjuk mengerjakan proyek tersebut mengatakan, saat ini konstruksi seksi I sudah mencapai 49 persen dengan tingkat pembebasan lahan sebesar 90 persen. “Diharapkan dalam waktu dekat lahan yang tersedia akan meningkat menjadi 94 persen. Kalau tanahnya segera bebas, konstruksi harapan saya bisa dipercepat,” kata Tri. Jika pengerjaan Antasari Interchange yang merupakan tahap awal realisasi pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari selesai, maka dapat mengurangi kepadatan lalulintas jalan arteri yang semakin meningkat seperti Jalan Raya Sawangan dan Jalan Margonda yang menjadi jalur utama dari Depok menuju Jakarta atau sebaliknya. Jalan Tol sepanjang 22 km ini, akan menghubungkan Jakarta dengan Depok yang melintasi wilayah Cilandak, Pangkalan Jati, Gandul, Krukut, Sawangan dan Bojong Gede. Pekerjaan konstruksi terbagi dua yakni pertama sepanjang 12 kilometer dimulai dari Jalan Antasari hingga Sawangan, sedangkan Tahap kedua sepanjang 9,5 kilometer mulai dari Sawangan hingga ke Bojonggede, Bogor. Pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari ini sendiri terdiri dari lima seksi pekerjaan. Biaya pembangunan jalan tol ini diperkirakan mencai Rp1,46 triliun dengan biaya investasi sebesar Rp2,99 triliun. /FER

Sumber: BeritaSatu