RAZIA KLATEN Diduga Berbahaya, Ribuan Kembang Api Disita Polisi

Razia Klaten, aparat Polsek Klaten Kota menyita ribuan kembang api saat razia, Kamis. Solopos.com, KLATEN — Aparat Polsek Klaten Kota menggelar razia menjelang perayaan malam pergantian tahun, Kamis (15/12/2016). Dari razia itu polisi menyita ribuan kembang api dari salah satu distributor kembang api di wilayah Dukuh Krapyak, Desa Merbung, Klaten Selatan. Kapolsek Klaten Kota, AKP Warsono, mengatakan razia digelar untuk menjaga kondusivitas keamanan menjelang perayaan malam pergantian tahun. Ia menjelaskan malam pergantian tahun kerap dirayakan dengan menyalakan kembang api. Razia dimaksudkan untuk mengantisipasi peredaran kembang api yang dinilai membahayakan. Dari razia yang dilakukan di salah satu distributor kembang api di Dukuh Krapyak, polisi menyita 2.253 kembang api. Sebelum disita, polisi mengecek dengan menyalakan sampel kembang api. Dari pengecekan tersebut, petugas mendapati kembang api yang dijual tak hanya memunculkan percikan api melainkan suara ledakan di permukaan tanah. “Ternyata ada yang meledak ketika di bawah [tanah] bukan meledak di udara. Jadi, untuk sementara kami bawa guna memastikan apakah ini masih diperbolehkan atau tidak [untuk dijual],” kata AKP Warsono, saat ditemui wartawan di sela razia. Kapolsek mengatakan kembang api tersebut disita lantaran dinilai mengganggu psikologis warga ketika dinyalakan. “Kalau meledak di bawah bunyi ledakan ganggu psikologis warga, membuat kaget. Kemudian ledakan yang ditimbulkan berbahaya terutama bagi anak-anak. Tahunya hanya kembang api tetapi setelah dipegang menimbulkan ledakan yang dikhawatirkan bisa menyebabkan kecelakaan,” katanya. Penyalur petasan asal Dukuh Krapyak tersebut, Bambang, membantah ia menjual petasan. Selama ini, usahanya hanya menjual kembang api yang sudah berizin. Ia mengatakan kembang api dibeli dari salah satu gudang di Kota Solo. “Saya hanya menjual kembang api. Tetapi, kalau dinilai tidak boleh, ya nanti kami kembalikan ke Solo,” ungkap Bambang. Sementara itu, selain mengecek distributor kembang api, polisi juga mengecek tempat pembuatan terompet di wilayah Kelurahan Bareng. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kertas yang digunakan untuk pembungkus terompet bukan berasal dari kitab suci. “Seperti tahun lalu ada temuan terompet yang menggunakan kertas yang ada ayat sucinya. Hasilnya tadi terompet yang dibuat tidak menggunakan bahan yang mengandung unsur tulisan ayat suci,” kata AKP Warsono. lowongan kerja lowongan kerja SPBU ARDIFA GRUP, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos