Era Barcelona Sudah Habis, Giliran Real Madrid Yang Jadi Raja Eropa!

Demikian yang disampaikan oleh pelatih legendaris asal Italia, Arrigo Sacchi. Ia bahkan menyebutkan, nasib Barca yang musim ini mengenaskan, diibaratkan sebagai raja yang wafat. Sacchi menilai, akan ada pergeseran besar kekuatan di Eropa. Namun, tetap Real Madrid yang paling berpeluang menjadi raja benua biru berikutnya.
Selama delapan musim terakhir, Barcelona menciptakan era besar di sepakbola Eropa. Sepanjang kurun waktu tersebut, mereka meraih tiga gelar Liga Champions. Plus, enam kali juara Liga Spanyol. Bahkan Real Madrid, lawan tradisional klub Catalan di kompetisi domestik, tercecer dan tak bisa menhentikan dominasi mereka.
Namun, kekalahan Barcelona 4-0 dari PSG di leg pertama 16 besar Liga Champions adalah pertanda buruk. Klub Catalan terlihat berubah jadi tim semenjana. Bahkan kehadiran Trio MSN, trisula terbaik dalam sejarah sepakbola, tidak berguna. Menurut Arrigo Sacchi, skuat Barcelona saat ini tidak memiliki kualitas yang memungkinkan mereka mengangkat trofi di Eropa.
Kepada Gazetta Dello Sport, Sacchi menuturkan, Seorang raja telah meninggal: Barcelona. Akan ada kedaulatan lain yang bakal menegakkan aturan mereka: Real Madrid.
Tapi ada ruang bagi tim lain untuk menempati takhta (penguasa Eropa). Saya melihat Juventus (punya potensi yang) sangat baik. Namun, Real Madrid adalah kandidat paling serius untuk merebut gelar Eropa.

Bagi Sacchi, masalah yang menimpa Barcelona saat ini bukan sesuatu yang aneh. Sebuah siklus pasti akan berakhir. Demikian pula sepakbola indah yang disusun oleh Frank Rijkaard, Pep Guardiola, Tito Vilanova, hingga kini Luis Enrique. Kata Sacchi, Sudah sekian lama, Barcelona sudah tidak lagi seperti yang dahulu.
Anda tidak lagi melihat tim yang agresif, disiplin, dan ambisius seperti yang kita kagumi dalam 10 tahun terakhir; yang menampilkan permaian luar biasa. Barcelona sudah memberikan pelajaran sepakbola kepada dunia. Tapi, waktu untuk hal itu sudah habis.
Memang, Barcelona masih memiliki Lionel Messi, Si Nomor 10 yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik era ini. Namun, Sacchi menegaskan, seorang bintang terbaik pun tidak bisa mengubah takdir. Era Barca yang sudah usai tidak akan bisa diapa-apakan oleh Messi seorang diri.
Bahkan Messi tidak lagi mampu mengatasi lawan karena mesin (tim) yang (sudah) tidak bekerja (lagi).

nikekyrie1.org master poker 88 Sumber: Sidomi