5 Tahun Bolos, Hakim I Gusti Akhirnya Dipecat

Rimanews – Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memberhentikan tidak dengan hormat terhadap Hakim PN Tanjung Pandan, Bangka Belitung, I Gusti Ngurah Made Gunawan Wijaya karena tidak masuk selama lima tahun. “Menyatakan hukuman disiplin berat terhadap hakim terlapor berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai hakim dan PNS,” demikian amar putusan MKH yang dibacakan di Jakarta, Kamis (11/9). Baca Juga Ketua Pengadilan Agama Dipecat karena Selingkuh Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan MKH yang menangani kasus Hakim I Gusti terdiri Hakim Agung Imam Soebechi sebagai ketua didampingi Hakim Agung Yakub Ginting, Hakim Agung Sumardijatmo, Komisioner KY Eman Suparman, Komisioner KY Imam Anshori Saleh, Komisioner KY Jaja Ahmad Jayus, dan Komisioner KY Ibrahim sebagai anggota. MKH menilai Hakim I Gusti melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial Tahun 2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) dan Peraturan Bersama (PB) Tahun 2012 tentang Panduan Penegakan KEPPH, khususnya prinsip berdisiplin tinggi, dan PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hakim Gusti dipecat tidak hormat ini karena tidak masuk kantor sejak 2008 hingga saat ini dengan dalih mendapat ancaman dari seorang calon anggota DPRD Tobelo, Maluku Utara terkait utang. Gusti dalam pembelaannya mengakui memiliki utang senilai Rp80 juta dengan seorang calon anggota DPRD Tobelo yang merupakan suami panitera pengganti di PN Tobelo yang hingga saat ini belum dikembalikan. Terlapor mengungkapkan bahwa uang tersebut untuk menutupi utang mertuanya yang berjanji dikembalikan dalam waktu 2 minggu, tetapi tidak ditepati. Akibatnya, pemilik uang mengancam hakim terlapor, sehingga dirinya tak berani bertugas lagi berkantor di PN Tobelo hingga dimutasi ke PN Tanjung Pandan. “Hakim terlapor mengakui kesalahannya dan mohon hukuman yang seringan-ringannya karena memiliki tiga orang anak dan istri yang tidak bekerja,” kata Jaja, mengutip materi pembelaan IKAHI selaku pendamping. Namun majelis menolak pembelaan yang diajukan oleh Hakim Gusti dan IKAHI karena dinilai tidak beralasan. Menanggapi putusan tersebut, Hakim Gusti menerimanya dengan ikhlas. “Saya mengert dan terima keputusan ini yang mulia,” jawab I Gusti. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : MKH , Hakim , MA , KY , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews