CEO Persiraja: Dualisme Kompetisi Takkan Selesai di Rapat Exco

– Wacana yang dilontarkan oleh La Nyalla Mattaliti agar Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengadakan rapat terkait dualisme kompetisi dinilai sia-sia. Menurut CEO Persiraja Banda Aceh, Ari Wibowo, usulan salah seorang anggota Exco PSSI ini tidak bermanfaat karena permasalahan yang ada sudah cukup jelas dan tidak akan mampu diselesaikan dengan Rapat Exco. “Selama ini La Nyalla dan klub-klub yang sepaham dengan dia selalu berpendapat bahwa ISL 18 klub oleh PT LI adalah harga mati yang diamanahkan oleh statuta dan dipertegas di dalam Kongres PSSI di Bali bulan Desember 2010. Jadi tak bisa diubah dengan produk keputusan Rapat Exco. Jadi untuk apa menggelar Rapat Exco jika hasilnya tak mampu mengubah apapun?,” ungkap Ari Wibowo pada . Lebih lanjut, Mantan General Manager PSIS Semarang ini menyatakan bahwa Rapat Exco tak lebih hanya pengulangan manuver kubu ISL 18 klub saja. Mereka akan kembali mengangkat sikap resisten terhadap keberadaan PT LPIS dengan produk kompetisi IPL 24 klub. Menurutnya, sulit dicari titik temu, karena masing-masing pihak akan bertahan dengan argumennya. “Jikalau dalam proses demokrasi di rapat Exco nanti akan terjadi voting sekalipun, maka seperti yang sudah-sudah, Exco yang kalah suara akan meneriakkan suara berbeda di luar ruang rapat. Sulit berharap Exco yang mendukung kubu ISL 18 klub oleh PT LI bisa legowo menghargai proses demokrasi. Ujung-ujungnya nanti mengancam akan menggelar KLB,” tandas Ari. (den/mac)

Sumber: Bola.net