Jalani dengan Hati, Semua Terasa Nikmat

Meniti karier di dunia marketing bukan hal mudah. Dikenal memiliki ritme dan dinamika yang amat tinggi, marketing adalah dunia yang keras. Seseorang bisa “lenyap tanpa bekas” jika tidak memahami secara mendalam bidang yang satu ini. “Kuncinya ada di passion . Tetapi passion harus ditemukan saat pekerjaan dijalani, bukan sebelum melakoninya. Jadi, setelah merasa enjoy , baru mucul passion ,” ujar Sahat Manahan Sihombing di Jakarta, baru-baru ini. Itu sebabnya, presiden direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), anak perusahaan PT Astrap Graphia Tbk, ini selalu mengajak para karyawannya senantiasa menikmati perkerjaan yang digelutinya. Seseorang yang sudah menikmati pekerjaannya akan mudah menemukan gairah atau passion. “Untuk menemukan kenikmatan dalam bekerja, kita harus menganggap pekerjaan ini milik kita, sehingga keberhasilan ini menjadi keberhasilan yang memuaskan hati kita,” papar Sahat. Namun, passion saja belum cukup. Agar membuahkan hasil yang optimal, setiap orang harus bekerja dengan hati. “Kalau hati yang memotori, pasti benar. Kalau kita bekerja dengan hati, inovasi pasti jalan terus. Kita juga akan enjoy dengan pekerjaan. Kalau tidak enjoy, pasti repot,” tutur Sahat. Berikut wawancara dengannya. Bisa cerita perjalanan karier Anda? Begitu lulus kuliah di Yogyakarta, saya langsung ke Jakarta. Saya masuk Astragraphia sebagai sales executive , ditempatkan di Jakarta. Tetapi saya enggak l ama di Jakarta. Saya kemudian dipindahkan ke Lampung, selanjutnya ke Riau, sekitar 3-4 tahun, menjadi kepala cabang di sana. Kemudian saya kembali ke Jakarta, lalu pindah ke Surabaya, pegang wilayah Jawa Timur, kemudian kembali lagi ke Jakarta, pegang wilayah Indonesia bagian barat. Selanjutnya ada pembentukan company baru pada 2014, saya ditunjuk menjadi presiden direktur Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) sampai sekarang. Sebelumnya saya di perusahaan induk, PT Astra Graphia Tbk. Jadi, sejak dari awal kerja sampai sekarang, saya hanya di Astra Graphia. Apa daya tarik AXI sehingga Anda begitu setia? Sebenarnya saya menemukan passion saya di bidang yang saya geluti, yaitu di dunia marketing dan penjualan. Saya melihat di situ dinamikanya sangat tinggi. Sebelum bekerja pun, kalau ditanya orang tentang cita-cita, saya jawab menjadi salesman. Salesman di benak saya, banyak yang dijanjikan tetapi tidak bisa dibuktikan. Tetapi saya enggak. Saya ingin menjadi seorang salesman profesional. Saya melihat Astragraphia membuka pintu sebesar-besarnya bagi kreativitas, ide, atau apa pun yang sifatnya bisa boosting penjualan. Saya menikmati itu. Jadi, cukup banyak aktivitas yang kami create. Ini yang bikin menarik. Saya enggak merasa jenuh karena dipindah-pindah. Ini juga membuat dinamika itu selalu ada. Sampai sekarang, saya masih menikmati proses itu, walaupun saya sudah menjadi chief executive officer (CEO). Kiat Anda mencapai kesuksesan? Semuanya harus dijalani dengan hati. Saya pikir, pekerjaan apa pun kalau dijalankan dengan hati, kita tidak akan berbicara tentang kepentingan pribadi, tentang interest-interest yang lain. Ketika kita bekerja dengan hati, apa pun yang kita lakukan akan menyenangkan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Jadi, bekerjalah dengan hati. Strategi Anda memajukan perusahaan? Pertama , dalam organisasi dulu disebutkan tidak ada Superman (tokoh fiksi, manusia super), yang ada adalah superteam (tim super). Tetapi kadang-kadang, saya juga melihat Superman itu juga diperlukan. Kalau enggak ada Superman, berarti enggak ada yang jago banget. Tetapi kalau ada Superman, kita bisa bikin superteam . Jadi, kita perlu Superman, sekaligus superteam. Kedua, saya selalu mengajak teman-teman untuk menikmati perkerjaan. Menikmati itu dalam arti, temukan passion -mu di pekerjaan itu. Bukan dengan passion , baru mencari pekerjaan. Jadi, temukan passion dalam pekerjaan itu. Maka ketika melakukannya, anggaplah itu menjadi milikmu, dan keberhasilan itu menjadi keberhasilan yang memuaskan hatimu. Ketiga , saya punya keyakinan begini. Dalam suatu organisasi, proses yang detail, yang paling tahu, adalah pemilik proses. Sekarang, bagaimana sebagai atasan bisa meng- explore bakat yang dimiliki karyawan untuk menciptakan yang terbaik. Misalnya karyawan di bagian penjualan. Kita stimulus dia untuk mencari ide-ide, untuk menemukan penjualan terbaik atau terbanyak. Di bidang produksi, kita kasih stimulus, bagaimana dia menciptakan, supaya di bagian produksi itu zero defect, sebab hanya dia yang paling mengerti. Sebagai atasan, saya hanya membuka ruang gerak bagi mereka untuk berimprovisasi. Begitu pun desk-desk lainnya. Contoh keberhasilan atau gebrakan Anda di perusahaan? Sebenarnya bukan gebrakan. Sebab, dalam proses memimpin, yang selalu saya ingatkan adalah bahwa kami harus selalu beradaptasi dan antisipatif terhadap perubahan di luar. Kalau tidak, kami akan tergerus oleh perubahan itu sendiri. Kami harus cepat melakukan perubahan-perubahan. Tidak hanya bisnis. Bila perlu, organisasi juga harus berubah dalam menghadapi perubahan itu. Saya pikir, itu adalah satu proses yang harus terus kami jalankan. Contohnya perubahan internet. Kami transformasikan bisnis kami ke bisnis online , karena kami melihat akan terjadi perubahan secara dramatis. Kami lakukan perubahan, kami ikuti perilaku pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya. Kami tidak bisa menahan perubahan itu, kami harus fleksibel terhadap perubahan itu. Obsesi Anda terhadap perusahaan dan industri? Kami bercita-cita AXI menjadi the private partner dari officer need dan officer supply di Indonesia. Dengan harapan AXI menjadi besar, tetapi bukan an sich kepada company saja. Kami bisa bermitra dengan perusahaan lain menjadi satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Pada suatu saat nanti, kami berharap para customer di Indonesia mendapatkan barang terbaik, harga terbaik, kualitas, dan services terbaik. Kami sedang mencoba menuju ke sana. Apa filosofi dan nilai-nilai yang Anda tanamkan dalam memimpin perusahaan? Saya mengajak setiap orang untuk bekerja dengan hati. Kalau hati yang memotori, pasti benar. Kalau kita bekerja dengan hati, inovasi pasti jalan terus dan kita akan merasa happy dengan pekerjaan. Kalau enggak merasa happy dengan pekerjaan, pasti akan repot. Obsesi Anda yang belum tercapai? Kalau dibilang sudah tercapai, nanti ada batasannya. Yang boleh saya katakan, saya membuat daftar beberapa inisiatif besar di perusahaan dalam rangka transformasi bisnis. Kami tidak hanya merespons perubahan, tetapi juga mengantisipasi perubahan. Saat ini semua sudah tumbuh. Tetapi kalau ditanya sudah sampai di mana, saya jawab masih dalam proses. Semua inisiatif sudah on the right track. Contohnya kami bikin online printing , itu sudah jalan. Bagaimana Anda membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga? Saya selalu melihat, yang paling penting adalah quality time daripada quantity time. Quantity mungkin saya kehilangan. Tetapi secara quality, sedapat mungkin saya melakukan komunikasi dengan keluarga saya. Ketika anak atau istri saya masih tidur, saya akan mengunjungi mereka, saya akan sempatkan berkomunikasi dengan mereka. Saya selalu memulai dengan cerita, yaitu cerita tentang saya. Tentang pekerjaan, yang akhirnya mereka juga merasa memiliki, yang akhirnya sampai kepada hal-hal tertentu. Yang tidak terlalu penting, saya cerita kepada mereka. Akhirnya, mereka juga merasa memiliki. Jadi, mereka akan merasa, saya dan pekerjaannya adalah bagian dari mereka juga. Mereka antusias mendengarnya dan mereka boleh berkontribusi dalam memberikan pendapat. Kalau ada hal-hal kurang penting di kantor, saya lebih memilih untuk di rumah bersama keluarga. Bila sedang berkumpul, kami sudah punya kesepakatan untuk tidak boleh pegang gadget. Anda punya kegiatan sosial saat weekend ? Enggak ada. Tetapi biasanya untuk kegiatan rutin, setiap hari Minggu saya ke gereja. Peran keluarga dalam mendukung karier Anda? Peran mereka menjadi landasan bagi saya. Berkeluarga adalah suatu pilihan. Ketika berkeluarga, saya harus berkomitmen terhadap keluarga saya, apa pun itu. Komitmen saya bagi keluarga adalah segala-galanya, sehingga mereka dapat melihat pekerjaan saya sebagai bagian dari mereka juga, bagian dari orang yang mereka cintai. Jadi, peran mereka sangat istimewa bagi saya. Apa yang membuat Anda begitu berkomitmen terhadap pekerjaan dan keluarga? Yang pertama , saya bekerja dengan hati. Kedua , saya harus punya keyakinan bahwa saya ini ada untuk melakukan yang terbaik bagi orang lain dan keluarga. Berikan yang bermanfaat bagi orang banyak, bagi keluarga. dan diri sendiri. Jadilah yang berguna bagi orang-orang di sekitar. Emanuel Kure/AB Investor Daily

Sumber: BeritaSatu