Bukan Akhir Sebuah Era, Menurut Iniesta

Walaupun kalah besar di Munich, Iniesta meminta agar Barcelona tetap dihormati. Kekalahan empat gol tanpa balas yang diderita oleh Barcelona di tangan Bayern Munich di leg pertama semifinal Liga Champions membuat banyak orang berpikir bahwa Barcelona akhirnya menemukan lawan sepadan. Bayern, dengan gaya bermain mereka mampu menunjukkan superioritas baru dan menemukan kryptonite untuk gaya bermain tiki-taka yang dalam beberapa tahun terakhir begitu menguasai dunia. Sementara superioritas Bayern di Bundesliga berhasil mereka bawa ke Eropa, Barcelona dinilai sudah habis oleh banyak pihak. Pendapat yang rupanya tak diamini oleh salah satu punggawa utama Blaugrana dan kunci permainan tiki-taka baik di El Barca maupun di Tim Nasional Spanyol, Andres Iniesta. “Pembicaraan mengenai akhir sebuah era tidaklah masuk akal. Tak ada dasar yang mendukung pernyataan itu,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh Marca. “Dalam lima tahun terakhir, tim ini telah menjuarai dua Liga Champions dan mencapai semifinal di tiga musim lainnya. Kami hampir dipastikan merasih gelar liga keempat dalam waktu lima tahun, ditambah Piala Super dan yang lainnya… Itukah akhir dari sebuah era? “Saya rasa pernyataan itu tidaklah adil. Kami telah menjuarai banyak trofi dan melaju di semua kejuaraan selama beberapa tahun. Tak masuk akal menganalisa lima tahun dari satu pertandingan di Munich. Bagiku, akhir dari sebuah era adalah menjalani beberapa tahun tanpa satu gelarpun. “Orang-orang harus memiliki rasa hormat kepada skuat ini, kepada pelatih, dan kepada klub secara keseluruhan. Jelas sekali kami perlu berkembang, namun memang inilah evolusi yang harus dijalani oleh klub.” Bagaimanapun, Iniesta tak memungkiri bahwa di Allianz Arena, Bayern memang bermain lebih baik dan mengungguli Barcelona dalam segala hal. “Mereka lebih baik dari kami dalam segala hal, namun itu bukan karena kami tak berusaha. Mereka sedang berada dalam rangkaian performa yang sangat baik dan superioritas mereka pantas dihargai, sama seperti tim lain yang pernah bermain melawan kami. Kami kecewa karena kami tak dapat memenuhi permintaan yang diharapkan kepada kami. Kami tak boleh kehilangan keyakinan di leg kedua. Jika kami memang harus kalah, setidaknya kami kalah setelah berusaha.”

Sumber: Supersoccer.co.id