Derby Della Capitale Bisa Jadi Momen Pembuktian Roma

Jelang pertandingan Derby Della Capitale antara Lazio vs AS Roma nanti malam, gelandang Kevin Strootman menyatakan bahwa laga nanti bisa menjadi pembuktian akan kualitas Roma. Tidak pernah mudah memang memenangi laga derby dan oleh karenanya jika bisa mendapatkan tiga angka maka akan menjadi satu pembuktian tersendiri bagi tim asuhan Luciano Spalletti tersebut. Di Italia, Derby Della Capitale memang merupakan salah satu laga derby terpanas selain Derby Della Madonnina yang mempertemukan AC Milan dan Inter Milan. Pertemuan antara Roma dan Lazio pun selama ini juga berlangsung dengan keras dan tak jarang wasit harus mengeluarkan banyak kartu demi membuat emosi para pemain lebih terkontrol. Biasanya, laga ini menjadi semakin menarik ketika ada Francesco Totti yang sangat lihai dalam memainkan emosi para pemain Lazio. Roma sendiri punya sejarah yang bagus ketika bertemu dengan rival sekotanya itu. Dalam tiga pertandingan terakhir, semua menjadi kemenangan bagi Roma dan bahkan musim lalu mereka bisa menggasak Lazio dengan skor 1-4. Tapi kali ini Roma harus waspada karena Lazio sudah berbenah dan bisa menjadi ancaman tersendiri bagi Roma. “Ini adalah pertandingan yang spesial tapi juga sulit. Kami adalah tim kuat dan punya kesempatan untuk membuktikannya dengan memenangi laga derby nanti. Lazio berada dalam performa bagus dan punya para pemain hebat seperti Stefan de Vrij, Felipe Anderson, Lucas Biglia, dan Keita Balde Diao. Mereka bermain bagus dan pantas mendapatkan posisi seperti sekarang ini,” terang Strootman. Untuk bisa mengatasi Lazio, Roma terlebih dahulu harus bisa membereskan masalah mereka sendiri. Masalah yang dimaksut adalah bagaimana sulitnya para pemain Roma menjaga fokus sekalipun mereka telah unggul. Terkadang, situasi itu bisa membahayakan mereka yang terbukti dari ketika mereka kalah dari Atalanta dan nyaris dibuat malu oleh Pescara. “Kami bermain bagus di babak pertama dan kemudian terkadang kami hilang fokus di babak kedua. Itu yang terjadi saat melawan Atalanta ketika kami tidak menguasai bola. Kami harus bisa memperbaiki hal itu jika masih ingin bersaing meraih scudetto atau setidaknya tempat di Liga Champions.”

Sumber: Sidomi