Emas Tergerus Penguatan Dolar dan Data Ekonomi AS

Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu pagi WIB (10/12), menyusul positifnya data ekonomi dan penguatan dolar AS. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 10,5 atau 0,90 persen, menjadi US$ 1.161,90 per ounce. Indeks dolar AS naik 0,51 persen menjadi 101,61 pada pukul 19.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar naik, maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Emas tertekan lebih lanjut ketika laporan Conference Board yang berbasis di AS, menunjukkan sentimen konsumen meningkat ke 98,0 selama Desember. Angka ini berada di atas konsensus. Para trader sedang menunggu pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada Selasa (13/12), indeks harga produsen, penjualan ritel, produksi industri, indeks harga konsumen, klaim pengangguran mingguan, dan survei prospek bisnis Fed Philadelphia pada Kamis (15/12). Sebagian besar fokus pasar tetap pada pertemuan FOMC. Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan Desember. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 menjadi setidaknya 0,75 adalah 97 persen pada pertemuan Desember dan 97 persen untuk pertemuan Februari. Perak untuk pengiriman Maret turun 12,9 sen, atau 0,75 persen, menjadi ditutup US$ 16,967 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 28,8 atau 3,05 persen, menjadi US$ 915,00 per ounce. /WBP

Sumber: BeritaSatu