Ini Penyebab Tingginya Angka Kematian Ibu Melahirkan

Rimanews – Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi. Penyebab utama tingginya angka tersebut menurut Giwo Rubianto, Ketua Umum Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) periode 2015-2019, adalah malnutrisi. “Beberapa penyebab yang menyebabkan angka kematian ibu melahirkan masih tinggi yakni malnutrisi saat kehamilan,” ujar Giwo di Jakarta, Jumat (23/10). Malnutrisi ini, lanjutnya, dikarenakan karena kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi selama kehamilan masih kurang. Baca Juga Jawaban Deddy Corbuzier soal kabar sulam alis Ibu tiri Teuku Rassya dipuji pamer paha mulus saat liburan Petinggi negara sahabat terpikat Lawang Sewu Penyebab lainnya yakni infeksi, terlalu sering melahirkan, terlalu banyak melahirkan, terlalu tua melahirkan, rendahnya akses ibu hamil ke layanan persalinan, dan lainnya. Menurut Giwo, tidak sepantasnya ibu meninggal saat melahirkan anak atau dengan kata lain ketika membawa kehidupan baru ke dunia. “Ke depan tidak boleh ada lagi seorang ibu yang meninggal sia-sia,” cetus dia. Giwo berharap kader APPI bisa berperan lebih banyak lagi untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan. “Kita perlu bekerja keras untuk mencapai target penurunan angka kematian ibu melahirkan,” imbunya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa angka kematian ibu melahirkan mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut semestinya diturunkan menjadi 102 per 100 ribu kelahiran hidup sesuai dengan target Millenium Development Goals (MDGs). Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : malnutrisi , angka kematian ibu melahirkan , feminin , gayahidup

Sumber: RimaNews