Tak Jadi di Solo, Final ISC B 2016 Berpindah ke Jepara

ISC B 2016 memasuki partai final. Solopos.com, SOLO — Partai final Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 kemungkinan besar bergeser ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (22/12/2016) malam WIB. Mulanya, laga pamungkas yang mempertemukan PSS Sleman dengan PSCS Cilacap dijadwalkan di Stadion Manahan, Solo, dengan waktu yang sama. Keputusan ini mencuat setelah adanya pertemuan antara PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator turnamen dengan Asprov PSSI Jateng di Semarang, Senin (19/12/2016). Meskipun demikian, belum ada keterangan resmi dari PT GTS. “Kami diberitahu secara lisan oleh operator turnamen soal pemindahan tempat untuk final ISC B ini dari Solo ke Jepara. Kami Panpel lokal tak masalah dengan hal ini karena kapan pun laga itu digelar kami siap,” papar Ketua Panpel Lokal Solo, Heri “Gogor” Isranto, saat ditemui Solopos.com , Senin. Perubahan tempat ini terjadi tak lepas dari kekhawatiran akan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusuhan suporter. Kondisi ini mengingat relasi yang kurang bagus antara fans tuan rumah, Pasoepati, dengan suporter Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). Begitupula BCS dengan Lanusmania suporter PSCS Cilacap setelah tragedi di babak 8 besar Divisi Utama 2014 silam. Seharusnya partai ini berlangsung Sabtu. Berbagai hal yang jadi pertimbangan perubahan waktu adalah laga tersebut berbarengan dengan leg kedua final Piala AFF antara Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia versus Thailand. Di samping itu, area parkir Stadion Manahan digunakan acara pameran clothing bertajuk Jak Cloth 2016 yang digelar Jumat-Minggu (16-18/12/2016). Hanya, perebutan tempat ketiga antara Perssu Kaisar Madura melawan Martapura FC tetap berlangsung, Sabtu sore. Sementara itu, DPP Pasoepati mengaku sudah mengetahui perihal pemindahan tempat final ISC B 2016. Sejak awal fans setia Persis Solo ini menolak adanya final yang berpotensi terjadi konflik ini di Solo. Bentrokan nyaris selalu terjadi jika kedua kubu (Solo-Sleman) ini berjumpa. Pasoepati memang menyuarakan untuk menolak partai ini seandainya tetap memaksakan dengan menyertakan suporter atau penonton. “Dari awal kami memang menolak adanya suporter jika final ISC B 2016 tetap di Solo. Kalau tetap dengan penonton, silakan tidak di Solo. Kami senang suara kami setidaknya didengar sehingga laga dipindah dari Solo,” jelas Wakil Presiden DPP Pasoepati, Ginda Ferachtriawan. lowongan kerja lowongan kerja SPBU ARDIFA GRUP, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos